Minggu, 05 April 2020

The Used, Band yang Patut Didengar

Jika ada penghargaan untuk pencapaian sebuah band maka bisa dipastikan The Used adalah pemenangnya bagaimana tidak personel band asal Amerika ini benar benar berangkat dari bawah sempat menjadi tunawisma dan mengemis uang receh untuk membeli makanan kini The Used  merupakan band peraih emas dan platinum atas album album musik mereka yang terjual lebih dari tiga juta kopi di seluruh dunia “It’s  definitely a fairytale that happened to a rock band!”


The Used
@theusedfanspage


Mengemis berjam-jam agar bisa makan merupakan aktivitas yang pernah dilakoni para personel band yang besar di Utah, Amerika ini. Namun bedanya (dengan gelandangan lain), setelah cukup mengemis, mereka lalu menumpang kendaraan untuk pergi latihan band!

Saat itu awal tahun 2001, ketika band ini baru saja terbentuk dengan formasi lengkap. Mereka merekam demo lagu dan mengirimkannya ke berbagai perusahaan rekaman dan produser musik menjadi fokus utama mereka kala itu tanpa terlalu memusingkan situasi finansial yang seharusnya menjadi masalah.

Dengan sikap nothing to lose. Cowok-cowok ini mencurahkan segalanya untuk musik, impian mereka. Saking fokusnya, kawan-kawan mereka lainnya pun sampai komplain mengatakan bahwa mereka merasa dimanfaatkan (atau "used'”) gara-gara para personel band ini sedang asyik dengan proyek musik sehingga jarang kontak dengan mereka lagi.

Lumayan drama, ya. But thanks to them, berkat itu tercetuslah nama “Used" untuk dipakai sebagai nama band, yang lalu mereka tambahkan menjadi The Used setelah mengetahui ada band asal Boston yang sudah bernama Used terlebih dahulu.

Dengan gaya musik rock yang dibalut unik (saking uniknya. musik mereka kerap dilabeli dengan berbagai genre; mulai dari emo, screamo, post-hardrock, punk rock, dan lainnya), tak butuh waktu terlalu lama bagi band ini untuk mendapatkan kontrak rekaman.

Akhir 2001, mereka menandatangani kontrak dengan Reprise Records milik Warner Music dan meluncurkan album debut enam bulan seteiahnya.

Bagai dongeng bagi setiap orang yang bermimpi menjadi bintang rock, itulah sepenggal kisah awal bergabungnya Bert McCracken (vokal, kibor), Quinn Ailman (gitar), Jeph Howard (bass), dan Braden Steineckert (drum) dalam band The Used. Braden yang lalu hengkang dan pindah ke band Rancid di tahun 2006, kemudian digantikan posisinya oleh Dan Whitesides.

Dan itupun tak mengubah takdir sukses band ini hingga merilis album keenamnya, Imaginary Enemy, bulan April .

You can inspire people because you took a chance and succeeded. You never know until you try,” ujar sang vokalis, Bert, bijak. Salut!


Album Cantik Imaginary Enemy


The Used membuka tahun 2014 dengan menyuguhkan single terbaru mereka, Cry, Januari lalu. Lagu rock yang memiliki nada catchy tersebut telah diputar 700ribu kali hanya dalam waktu kurang dari seminggu sejak peluncurannya, dengan 18 tanggal tur yang sukses terjual habis! “I love a good catchy melody!

Saya menyukai lagu yang bisa stuck di kepala dengan chorus yang mudah diingat, dan  itu adalah bagian dari aspirasi saya-yaitu menulis lagu yang bisa saya nikmati untuk didengarkan,” ungkap Bert soal lagu Cry yang ada di dalam album terbaru mereka, Imaginary Enemy.

Tapi disisi lain. Album ini juga memiliki nilai sentimental yang sangat indah, serta memiliki banyak pertanyaan terbuka yang ‘dalam'.

Kami tidak bemsaha untuk memaksakan ideologi ke siapapun, kami hanya menanyakan beberapa pertanyaan serius yang kami pikir penting untuk ditanyakan,” jelas pentolan band ini lagi dengan serius.

Diakui Bert, Imaginary Enemy sendiri terinspirasi dari sebuah buku berjudul Inventing the Enemy, karya tulis seorang profesor asal Italia bernama Umberto Eco.

Membaca, memang menjadi kecintaan vokalis yang pernah pacaran dengan Kelly Osbourne ini. selain tentu saja musik. Tak heran pada setiap wawancara dengannya, Ia bisa bicara panjang lebar soal filosofi. sejarah, bahkan agama.

Lihat saja inspirasinya berasal dari mana: mulai dari Thales, Socrates. dan Plato. sampai Karl Marx. dan Bertrand Russe".

Selain itu, ada hal yang tidak biasa di balik pembuatan album Imaginary Enemy ini. Sang pemain bas, Jeph Howard. menceritakan, untuk album ini mereka merekamnya dengan cara terbalik-yaitu merekam vokal terlebih dahulu, baru disusul dengan menuliskan musiknya menyesuaikan vokal. Wow!

Ini pertama kalinya mereka me|akukannya dengan cara seperti ini. Pasalnya, mereka tidak puas dengan hasil sound dari lagu-Iagu yang telah mereka rekam sebelumnya. Jadi, mereka memutuskan untuk membongkar ulang semua yang sudah direkam, dan mencoba sesuatu yang benar-benar baru -and they love the result!

Di album ini, mereka tak lagi bekerjasama dengan perusahaan rekaman lamanya, melainkan dengan merilisnya lewat label perusahaan mereka sendiri, Anger Music Group. Wah, album platinum,

Personel The Used
@theusedfanspage

Filosofi Waktu


Satu hal yang unik lagi dari The Used adalah bagaimana kata “waktu" terus muncul di dalam Iirik-lirik lagu mereka. Dari It's our time to shine, "“It isn't worth my time, ” “Time takes us all, " “It's my time to burn, ” dan lainnya. What's up with that?

“Sejak kecil, saya sudah terobsesi dengan waktu. Belajar tentang teori Einstein tentang relativitas, kita memahami bahwa waktu benar-benar bisa menjadi lebih cepat ataupun melambat. Tentu kita sadar betapa waktu terasa lambat ketika sedang jatuh terpuruk, dan menit menjadi hitungan jam.

Sebaliknya, waktu berlalu cepat ketika Anda bersenang-senang. It’s actually true! Saya selalu tertarik dengan hal itu dan filosofinya,” cerita Bert excited.

Tahun lalu, Bert pindah rumah dari Los Angeles, Amerika ke Sydney, Australia bersama istrinya-salah satu yang membuat band ini disangka bubar karena personel lainnya tetap tinggal di Amerika. Memang, sih, bagaimana mungkin sebuah band memiliki anggota yang tinggal di dua negara yang berbeda, dengan zona waktu yang berbeda pula?

Tapi bukan The Used namanya jika tidak bisa mengatasinya. Seluruh personel The Used setuju, prioritas mereka telah berubah seiring berialannya waktu. Jika dulu mereka sedikit ‘silau’ dengan kemewahan, kini keluarga telah menjadi nomor satu bagi mereka.

Selain Bert yang sudah berkeluarga, sang gitaris, Quinn, ]uga telah menikah dengan penyanyi kontestan American Idol, Megan Joy.


“Pada akhirnya, kita yang harus hidup dan mati dengan diri kita sendiri. Jadi saya ingin membuat hidup ini baik untuk saya. Saya hanya punya satu nyawa untuk hidup,” tutup Bert.


Cleo

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon