Selasa, 20 November 2018

Skid Row: Band Jadul yang Masih Enak Didengar

Skid Row adalah salah satu Grub band beraliran hard rock Amerika yang pernah berjaya pada akhir tahun 1980an dan awal tahun 1990an.Ada dua band Skid Row, yang pertama adalah Band Hard Rock Amerika dan yang satunya lagi adalah Skid Row yang beraliran Blues rock yang merupakan band dari Irlandia.

Kali ini kita akan sedikit membahas mengenai Skid Row Amerika yang beraliran hard rock. Bagi generasi 80an pencinta hard rock tentunya akan sangat akrab dengan lantunan lagu dari Skid Row. Hingga saat ini grub band ini tetap eksis dan sering mengadakan beberapa Tour konser.


Skid Row: Band Jadul yang Masih Enak Didengar
Skid Row
Credit Image @sebastianbachbazskidrow


Sama halnya dengan kebanyakan grub musik hard rock 80an lainnya (semisal contoh Guns N’ Roses), Skid Row sendiri beberapa kali mengalami pergantian personel. Namun mereka tetap konsisten dengan aliran musiknya.



Para Anggota Skid Row


Saat ini Skid Row digawangi oleh ZP Threat atau ZP De Villiers Threat sebagai vokalis semenjak tahun 2016, Scotti Hill menjadi gitaris sekaligus backing Vocal. Dave “The Snake” Sabo sebagai gitaris sekaligus backing vocal. Rachel Bolan sebagai bassis dan juga backing vokal dan Rob Hammersmith sebagai drummer, perkusi dan backing vokal.



Namun penggemar Skid Row juga tentunya kenal dengan para pentolan klasik Skid Row semisal Matt Fallon, Sebastian Back, Rob Affuso, Jhonny Solinger, Phill Varone dan Tony Harnell. Banyak dari kita yang mungkin akan lebih sering melihat dan mendengar Sebastian Bach (Sebastian Philip Bierk) di channel Youtube karena dialah yang mengawangi Skid Row pada saat masa jayanya. 

Remember yesterday, walking hand in hand. Love letters in the sand, I remember You.
Through the sleepsless nights through every endless day.
I'd want to hear you say - Lirik I Remember You

Skid Row Album 


Skid Row sendiri termasuk salah satu band Hard Rock “jadul” yang cukup produktif menghasilkan album hingga saat ini. Hingga kini mereka menghasilkan kurang lebih delapan album. Album “Skid Row” pada tahun 1989 yang berhasil membuat mereka menjadi salah satu grub band Rock dunia. Kemudian album “Slave to the Grind pada tahun 1991. Album Subhuman Race pada tahun 1995. Album Thickskin pada tahun 2003. Album Revolutions per Minute pada tahun 2006. Album B-Side Ourselves pada tahun 1992 . Album United World Rebellion Chapter One pada tahun 2013 dan terakhir  Album Rise of the Damnation Army-United World Rebellion Chapter Two pada tahun 2014.

Saya sendiri sangat menyukai sebagian besar lagu Skid Row dari Album pertamanya “Skid Row” dan album Slave To The Grind semisal lagu “I Remember You, 18 and Life dan Youth Gone Wild” dari Album Skid Row dan lagu Slave To the Grind, In a Darkened Room dan Wasted Time dari Album Kedua mereka.

Walaupun demikian lagu-lagu mereka tetap asik untuk didengar. Terutama saat masih digawangi oleh Sebastian Bach yang notabene suaranya sangat unik; lengkingan yang cadasss. Skid Row tetap menjadi salah satu band Rock yang cukup diperhitungkan dan pernah menjadi salah satu band Rock yang memenangi nominasi “The Favourite Heavy Metal”.

Senin, 12 November 2018

Dizzy Reed: Keyboardist Guns N’ Roses

Dizzy Reed yang memiliki nama lengkap Darren Arthur Reed adalah seorang musisi Amerika beraliran Hard Rock dan Heavy Metal. Dizzy pernah bermain dalam beberapa film dan hingga saat ini dikenal sebagai Keyboardist Guns N’ Roses dan dikenal sebagai anggota Guns N’ Roses yang paling lama selain Axl Rose.

Dizzy Reed: Keyboardist Guns N’ Roses
Dizzy dan Axl Rose
Source @dizzyfnreed


Dizzy Reed dilahirkan di Hindsdale, Illionis pada tanggal 18 Juni 1963. Masa remajanya dihabiskan di Colorado. Neneknyalah yang mengenalkan musik kepada sang Dizzy kecil. Sang Nenek mengajajari Dizzy bermain alat musik organ. Hal inilah yang membuat Dizzy semakin mencintai dan semakin menekuni musik. Bahkan saat hendak masuk SMP Dizzy telah membentuk sebuah grub band kecil.

Saat beranjak usia dewasa Dizzy Reed mencoba peruntungan bermusiknya di Los Angeles. Bersama beberapa teman dia membentuk sebuah grub band bernama “The Wild” pada sekitar tahun 1980 dan bersama grub band ini ia menghabiskan waktu selama kurun waktu lima tahun.


Bergabung dengan Guns N’ Roses


Pada tahun 1985 Studio tempat grub bandnya “The Wild” berlatih bertetangggaan dengan studio tempat para anggota band awal Guns N’ Roses berlatih. Hal ini menciptakan hubungan yang cukup akrab antara Dizzy dengan para personel awal Guns N’ Roses terutama Axl Rose. 

Hubungan Dizzy dengan Axl terus berlanjut hingga pada tahun 1990 Axl Rose mengajak Dizzy untuk bergabung dalam rekaman album “Use Your Illusion”. Peranana seorang Dizzy sangat nyata dalam berkembangnya Grub band Guns N’ Roses. Sentuhan karya seorang Dizzy begitu nyata dalam semua lagu yang di keluarkan oleh Guns N’ Roses.


Dizzy Reed: Keyboardist Guns N’ Roses
Dizzy Reed
Source @dizzyfnreed


Dizzy tidak hanya menjadi keyboardist melainkan sesekali mengisi backing Vocal dan kadang-kadang perkusi semisal dalam lagu “Mr. Brownsoten, Welcome To The Jungle, Rocket Queen dan Nighttrain”. Dari proses album Use Your Illusion hingga puncak kejayaaan Guns N’ Roses dirinya menjadi salah satu pelaku aktif dan saksi mata jatuh-bangunnya grub band Guns N’ Roses.

Dirinya sendiri memiliki hubungan yang cukup erat dengan sang Vocalis; Axl Rose. Karena mereka berdua merupakan sisa-sisa angota lama Guns N’ Roses yang masih aktif bertahan, hingga kemudian Slash dan Duff MacKagan kembali bergabung ke dalam Grub.


Kehidupan Pribadi dan Karya lain Dizzy.


Dizzy dikenal sebagai sosok yang Introvert dan agak pendiam namun dirinya sebenarnya adalah seseorang yang sangat tekun dan ulet. Sesekali dirinya menjadi bintang tamu untuk beberapa band lain. 

Dirinya dikenal sebagai salah satu anggota dari “The Dead Daisies” yang merupakan sebuah grub band  rock yang personilnya berasal dari Australia dan Amerika. Grub band The Dead Daisies merupakan campuran dari beberapa musisi-musisi ternama :Richard Fortus (Guns N' Roses), Jon Stevens (INXS, Noiseworks), Darryl Jones (The Rolling Stones), Dizzy Reed (Guns N' Roses), Marco Mendoza (Thin Lizzy), Charley Drayton (The Cult, Divinyls, Cold Chisel), John Tempesta (The Cult), Brian Tichy (ex Whitesnake, Sass Jordan), Frank Ferrer (Guns N' Roses), Alex Carapetis (Nine Inch Nails), Clayton Doley, Jackie Barnes (Jimmy Barnes), John Corabi (The Scream, Mötley Crüe), Alan Mansfield, Doug Aldrich (Bad Moon Rising, Whitesnake),dan  Deen Castronovo (Journey, Hardline).

Beberapa waktu lalu dirinya mengeluarkan sebuah solo album yang diberi Judul “Rock N’ Roll Ain’t Easy” yang berisi 13 lagu. Lagu-lagu dalam album ini kurang lebih merupakan ide-ide dan cerita perjalanan bermusik seorang Dizzy. Judulnya antara lain “This Don’t Look Like Vegas, Mother Theresa, Dirty Bomb, I Celebrate dan beberapa lagu lain.

Dizzy sendiri memiliki empat orang anak dari dua kali pernikahannya dan dirinya termasuk seorang yang cukup memperhatikan anak-anaknya. Hingga sekarang ini Dizzy ikut terlibat aktif dalam tour konser Guns N’ Roses “Not In This Lifetime”.

Minggu, 11 November 2018

Konser Guns N’ Roses di GBK dan Nyinyiran Netijen Indonesia

Welll Guys,,, efouria kedatangan grub band favourite kita Guns N' Roses belum habis, setidaknya untuk untuk sebagian besar dari antara kita. Dimana-mana khususnya di laman facebook maupun instagram masih bertebaran postingan tiket konser berbentuk gelang ataupun pose manis di stadion Gelora Bung Karno pada tanggal 8 November 2018 kemarin.


Emak-Emak Legend
Source @gunsnroses


Sebagian besar di antara kita banyak yang ikut serta menonton dan merasakan sendiri bagaimana heboh dan meriahnya keseruan di stadion Gelora Bung Karno. Sedangkan untuk para penggemar setia yang tidak sempat datang karena berhalangan dengan berbagai sebab kurang lebih menyaksikan secara live melalui akun instagram official Guns N’ Roses ataupun bertebaran di channel youtube.

Bukan hanya itu saja, hampir semua media besar baik cetak juga elektronik semenjak beberapa hari sebelumnya selalu memuat liputan khusus mengenai kedatangan Guns N’ Roses di Jakarta dalam tour konser Not In This Lifetime. Untuk pengemar berat GNR yang tidak sempat hadir salah seorang teman memuat kata-kata bijak yang kuranglebih demikian “ Hidup itu memang tidak adil, jadi biasakan dirimu ya nak

Saya sendiri selalu rajin mengikuti perkembagan mengenai kedatangan Guns N’ Roses di Jakarta melalui Instagram. Namun ada satu hal yang selalu mengelitik hati ketika membaca berbagai komentar “netijen Indonesia yang budiman”, ada begitu banyak komentar bernada “nyiyir” mengenai konser GNR di stadion GBK.

Semisal contoh di Intagram @jktinfo yang tiga kali memuat foto dari persiapan hingga update konser GNR. Netijen yang memberikan komentar ada ratusan namun banyak yang memberikan komentar bernada “nyinyir” terutama mengenai pengunaan stadion GBK untuk konser. Mengenai ‘apakah akun-akun yang berkomentar adalah akun asli?’ saya sendiri tidak bisa memastikan, namun isi komentar yang mengelitik inilah yang membuat telinga menjadi sedikit “Gatal”.

The Comment


Walaupun demikian banyak juga balasan komentar yang mendukung mengenai penggunaan stadion GBK untuk konser GNR. menurut hemat "sahaya" toh wajar-wajar saja jika stadion GBK dipakai untuk konser sejauh tidak merusak segala fasilitas dan sarana di GBK. Dan penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Namun apalah daya, namanya juga netijen Indoensia “ngak” afdol kalau tidak berkomentar negatif. Saya sendiri tidak menyalahkan siapa-siapa mungkin ini hanya sekedar curcolan di pagi hari daripada panjang lebar membahas mengenai politik yang panjang kali lebar dan penuh drama.

Ingin rasanya mengulang kembali “keisengan” masa kecil menyetel lagu “cadas” dengan keras di dekat rumah tetangga di pagi hari.  Dan untuk netijen yang “Nyinyir” mengenai tour konser Guns N’ Roses Not In This Lifetime di Gelora Bung Karno lagu Guns N’ Roses “Rocket Queen” sepertinya cocok terlebih pada bagian reff di setel hingga volume maksimal…..


Here I amAnd you're a Rocket QueenI might be a little young But Honey I ain't naive Here I am And you're a Rocket Queen oh yeah I might be too much But honey you're a bit obscene

Senin, 05 November 2018

DJ Asba : Mantan Gitaris Guns N’ Roses

DJ Ashba atau Daren Jay Ashba adalah seorang mantan gitaris grub band Guns N’ Roses yang terbilang sangat produktif, nyentrik dan kreatif. Karir bermusiknya telah dimulai sejak ia berusia masih sangat muda. DJ Ashba lahir di Monticello, Indiana pada tanggal 10 November 1972. Ibunya adalah seorang guru musik “piano klasik” yang sejak kecil mengajarkan teknik-teknik musik yang luar biasa kepada seorang DJ Ashba. Saat berusia lima tahun, DJ Ashba kecil telah tampil di dalam suatu acara memainkan “Ode To Joy” dari Bethoven menggunakan piano.



DJ  Asba : Mantan Gitaris Guns N’ Roses
DJ Ashba Bersama Axl Rose
Credit Image @djashba



Berbekal pengetahuan dasar bermusik dari sang ibu, DJ Ashba yang saat itu berusia 18 tahun kemudian berniat untuk terjun secara serius di dalam dunia musik.  Karir bermusik ditekuninya secara profesional sejak ia bergabung dengan Grub band “Barracuda” dan kemudian melakukan serangkaian tour bersama bandnya tersebut selama dua tahun. 

Kemudian pada tahun 1996 DJ Ashba menunjukan kemampuannya bermusik dengan mengeluarkan album instrumental terjudul “Addiction to the Friction”. Kemudian pada tahun 1998 dia kemudian bergabung pada sebuah grub band bernama “Bulettboys” sebagai gitaris..

DJ Ashba kemudia bergabung bersama beberapa temannya untuk membentuk sebuah grub band “Beautiful Creatures”. Karirnya di dunia musik semakin cemerlang dan dirinya semakin diakui sebagai salah satu gitaris yang diakui. Di dalam Beautiful Creatures DJ Ashba bekerja sama dengan beberapa musisi lain semisal frontman Bang Tango; Joe Lesté, mantan Shake The Faith dan bassis No. 9 Kenny Kweens serta drummer sesi Anthony Focx

Bersama bandnya ini DJ Ashba berhasil menandatangani kontrak dengan Warner Bros berlanjut kemudian mereka merilis self-titled mereka, “Beautiful Creatures” pada tahun 2001.   Bersama grub bandnnya DJ Ashba dibawah Warner Bros mengisi beberapa soundtrak film dan serial televisi.

Beberapa persoalan memaksanya meninggalkan Grub band yang telah cukup membesarkan namanya. Namun DJ Ashba adalah seseoarang yang produktif. Dia tetap ikut aktif berpartisipasi dalam beberapa project musik. Selain itu dia tetap berkolaborasi dengan beberapa musisi ternama semisal “Marion Raven”.



DJ Ashba dan Sixx A.M


DJ Ashba kemudia meliris album yang mendapat pujian dari beberapa kritikus berjudul  The Heroin Diaries Soundtrack. Bersama sahabat baiknya Nikki Sixx mereka membentuk dan mengembangkan Sixx A.M . Di grub band inilah nama DJ Ashba semakin dikenal oleh dunia musik internasional. Bersama grub band ini mereka kemudian melakukan beberapa tour dan menelurkan beberapa karya yang diakui semisal “Life is Beautiful”. Yang menduduki posisi kedua Billboard Hot Mainstream Rock Tracks.



DJ Ashba dan Guns N’ Roses 



Pada tahun 2009 Katie McNeil-Diamond yang bekerja dengan Guns N’ Roses menawari DJ Ashba untuk mengikuti audisi untuk mengisi kekosongan lead guitar di grub band Guns N’ Roses. Tanpa membuang waktu ia kemudian segera mengambil kesempatan yang sangat langka ini. Karena ia sendiri sangat mengagumi salah satu grub band rock terbesar itu.


Dan pada 23 Maret 2009 DJ Ashba secara resmi dinyatakan bergabung dengan Guns N’ Roses. Debut pertamanya dengan Guns N’ Roses pada tanggal 11 Desember 2009 dalam Chinesse Democrazy Tour di Taiwan. Selama kurang lebih 6 tahun DJ Ashba turut bergabung dan mengisi berbagai tour band yang diadakan oleh Guns N’ Roses. Sosoknya yang berpenampilan “Nyentrik” dengan cepat dapat diingat oleh seluruh pengemar Guns N’ Roses.




Karya dan Kehidupan Pribadi


DJ Ashba memutuskan untuk meninggalkan Guns N’ Roses karena ingin lebih berfokus pada keluarga dan bandnya Sixx A.M. DJ Ashba memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Nathalia (Natty Ashba) yang selalu mendukung karir bermusiknya. Bersama istrinya DJ Ashba sering mengisi beberapa acara di televisi salah satu yang terkenal adalah serial televisi Tanked serta memiliki acara Televisi sendiri tentang olahraga ekstrem dan berbagai hal lainnya. 
DJ  Asba : Mantan Gitaris Guns N’ Roses
Naty Ashba
Credit Image @natyashba


Dirinya adalah seseorang seniman yang kreatif dan multi talenta, sosoknya dikenal sebagai seorang gitaris, produser, penulis lagu dan juga seorang pebinis. Pada tahun 2003 dia mendirikan ASHBA MEDIA, INC yang merupakan sebuah perusahaan “Creative Agency” dan hingga kini perusahaannya memiliki banyak client yang ditangani. Selain itu juga Ashba Media memiliki anak perusahaan yang bernama ASHBA CLOTHING yang bergerak di bidang industri pakaian.



Minggu, 28 Oktober 2018

Richard Fortus: Gitaris Guns N’ Roses

Kali ini kita akan membahas mengenai salah seorang pentolan yang sejak tahun 2002 bergabung bersama Guns N’ Roses. Gitaris kawakan tersebut adalah Richard Fortus. Dikenal sebagai salah seorang gitaris dengan penampilan yang cukup “Nyentrik” serta penampilannya yang energik membuat sosoknya mudah untuk dikenali.



 Richard Fortus: Gitaris Guns N’ Roses
Richard Fortus Bersama Slash
Credit Image @4tus


Masa-masa Awal Richard Fortus.


Richard Fortus lahir pada tanggal 17 November tahun 1966 di St. Louis, Missouri Amerika Serikat. Richard Fortus dikenal karena ahli bermain dalam beberapa genre musik semisal Hard Rock, Alternative Rock, Post-Punk, Heavy Metal, dan New Wave. Selain itu sosoknya dikenal baik sebagai seorang musisi, penulis lagu, guitaris dan juga seorang produser.

Richard mampu memainkan dengan baik beberapa alat musik semisal violin, bass, drum dan tentu saja gitar. Bagi Richard alat musik bukanlah sesuatu yang baru. Semenjak berusia 4 tahun dia telah belajar Violin dan pada usia 5 tahun dia mulai belajar mengebuk drum.

Richard Fortus adalah seorang pemain utama yang luar biasa..!! dan Ia sangat terampil baik secara teknis maupun skill pribadi. Bagiku Richard terbukti adalah sosok profesional yang selama ini kami cari. -AXL Rose-

Bagi Richard musik adalah dunianya dan dia sungguh-sungguh mendalami musik. Dia pernah belajar di Southern Illinois University dan Conservatory of the Arts in St. Louis semuanya mengambil jurusan musik. Richard juga aktif dalam orkes Symphoni di wilayah St. Louis.

Richard membentuk band pertamanya bernama “The Eyes” pada tahun 1984  dan langsung merilis single berjudul “Freedom in a Cage”. Pada tahun 1990 mereka berganti nama menjadi “Pale Divine” dan kemudia menandatangani kontrak dengan Atlantic Record saat merilis “Straight to Goodbye” pada tahun 1991.

Bersama Pale Divine, Fortus menjadi band pendukung untuk Psychedelic Furs. Bersamaan dengan hal ini Richard Fortus menjalin hubungan baik dengan  Vocalis Furs “Richard Butler”. Kemudian Richard melanjutkan tour bersama Furs namun kali ini posisinya sebagai anggota band. Seiring berjalannya waktu Richard bersama Butler membentuk sebuah band sendiri yang diberi nama “Love Split Love”.

Namanya semakin meroket di dunia industri musik. Pada tahun 1994 Album mereka bertajuk Eponymus diliris. Richard sendiri memproduseri dan juga menulis lirik untuk album kedua bandnya di Maverick Records. Hingga kini hubungnan diantara mereka masih terjalin lancar.


 Richard Fortus: Gitaris Guns N’ Roses
Richard Fortus
Credit Image @4tus



Pada akhir tahun  1990an Richard termasuk salah satu musisi yang aktif dalam industri musik. Dia mengisi posisi sebagai komposer, mengisi beberapa sountrack film dan turut serta dalam beberapa tour konser. Pada masa itu Richard termasuk salah satu musisi tamu yang paling dibutuhkan di New York.

Sepak terjangnya dalam industri musik semakin diakui pada sekitar tahun 2000an Richard mulai mengisi beberapa soundtrack vidio game, Iklan TV, berbagai acara, trailer film, dan film untuk sountrack. Oleh Michael Halsband, Richard secara khusus ditunjutk untuk mengisi soundtrack film “Smurf”.


Bergabung Dengan Guns N’ Roses.


Pada penghujung tahun 2001 Richard mulai masuk dan bergabung dengan Guns N’ Roses. Dia sendiri memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk album Guns N’ Roses “Chisese Democrazy”. Pada waktu-waktu setelahnya Richard turut serta dalam Tour Konser mempromosikan album “Chinese Democrazy”.

Selama Guns N’ Roses “rehat” dalam 10 tahun terakhir, Richard mengisi waktunya untuk mengisi musik baik di dapur rekaman maupun saat tampil di panggung dari beberapa artis ternama seperti Rihana, Enrique Iglesias, Thin Lizzy, Lena dan beberapa artis lainnya.  Richard sangat aktif mengisi baik sountrack film maupun soundtrack video games. Beberapa soundtrack film yang dikerjakan Richard sebut saja “Fast And The Furious”.

Hingga kini Richard masih terus aktif dalam berkolaborasi dengan beberapa artis ternama. Baik sebagai artis  tamu maupun membantu dalam mengaransemen sebuah lagu. Dalam tour konser Guns N’ Roses bertajuk “Not In This Lifetime” Richard tampil memukau bersama personel pentolan Guns N’ Roses lainnya. Baik Axl Rose maupun Slash sangat menyukai dan senang bekerjasama dengan Richard Fortus. 



Rabu, 24 Oktober 2018

AXL Rose : Tribute To Freddie Mercury

Begitu banyak orang yang membahas mengenai AXL Rose sang Vocalis Guns N’ Roses yang membawakan lagu-lagu Hits dari salah satu pentolan Band Rock dunia “Queen”. Tetapi bagi saya secara pribadi penampilan live tahun 1992 itu masih begitu membekas dan tak henti-hentinya ditonton berulang kali.



https://www.hellowennaderis.com
Axl Rose dan Freddie Merrcury
Credit Image @axlandkurt



Banyak pihak yang berpendapat bahwa AXL Rose sangat cocok dalam membawakan lagu-lagu dari Queen. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat cocok berhubung Sang Vocalis Guns N’ Roses sendiri memiliki nada suara yang tinggi, kurang lebihnya sangat cocok untuk membawakan lagu-lagu dari Queen. Sekedar diingat bahwa catatan oktaf vocal Freddie Mercury adalah 4 oktaf!!.



AXL Rose dan Freddie Mercury.


AXL Rose sendiri sangat mengidolakan Freddie Mercury. Bagi AXL Rose sendiri sosok Freddie merupakan salah satu legenda dalam dunia indusri musik dan juga sekaligus panutan yang harus dihormati. Bukan hanya karena Vocal Freddie Mercury yang khas melainkan juga karena Kegigihan, ide-ide jenius, pandangan yang visioner serta lagu-lagu yang diciptakan oleh Freddie begitu menginspirasi seorang AXL Rose.

Pada suatu kesempatan AXL Rose memberikan pendapat ketika dinobatkan sebagai “The World’s Greatest Singer” oleh Concerthotels. Menurutnya bahwa masing-masing orang memiliki pendapat mengenai siapa yang menduduki posisi tertinggi sebagai Penyanyi terbaik dunia, namun AXL Rose lebih sering mendengarkan lagu yang dibawakan Freddie Mercury dibandingkan mendengarkan lagunya sendiri.

Setiap orang memiliki standartnya sendiri mengenai siapa penyanyi terbaik dunia, dan hal ini bersifat sangat subyektif. Tetapi bagi saya sendiri saya lebih sering mendengarkan lagu dari Freddie Mercury lebih sering daripada mendengarkan suara saya sendiri.  -Axl Rose-

AXL Rose sendiri merasa bangga saat ditunjuk sebagai bintang tamu untuk membawakan lagu dari sang legenda Freddie Mercury. Bagi sang Vocalis AXL Rose, sudah memang sepantasnya karya-karya dari Freddie diakui dan dihormati. Oleh karena itu lima bulan setelah meninggalnya Freddie Mercury AXL Rose mendapatkan kesempatan untuk mengenang sosok vokalis Queen. Bersama sang penyanyi legendaris Jhon Elton dan anggota Band Queen lainnya membawakan dua lagu “We Will Rock You” dan Bohemian Rhapsody.



AXL Rose: We Will Rock You!!


Pada tanggal 20 April 1992 sekitar 72.000 manusia memadati London’s Wembley Stadium untuk mengenang dan menghormati sosok Freddie Mercury. Panggung saat itu diisi oleh berbagai penyanyi legendaris sepanjang masa dan sekaligus “Salah Satu Penghibur Rock Terbaik Sepanjang Masa”.

Semua penonton bersorak ketika AXL Rose masuk di tengah lagu dan membawakan lagu Bohemian Rhapsody bersama Jhon Elton. Suara Vocal dan atraksi panggung AXL Rose yang begitu memukau berhasil membuat seisi station melonjak berbanyi bersama. Patut untuk dicatat bahwa Bohemian Rhapsody merupakan sebuah marterpiece dari sosok Freddie Mercury. Jhon Elton membawakannya dengan agak sendu di bagian part awal namun kemudian sosok AXL Roselah yang berhasil membuat lagu legenda ini menjadi begitu semarak dan memukau.

AXL Rose juga berhasil membawakan dan menguncang seisi stadion dengan lagu We Will Rock You. Lagu yang begitu menginspirasi sepanjang sejarah industri musik.  Bagaimanapun saat itu hingga beberapa waktu hingga kini Axl Rose tetap mengidolakan sosok seorang Freddie Mercury sebagai salah satu legenda music Rock dunia.


Bohemian Rhapsody: Sebuah Film


Jika diantara kita ada yang rajin mengikuti perkembangan film tentunya akan sangat berbahagia dengan diangkatnya film tentang kehidupan pribadi dari seorang sosok Freddie Mercury. FIlmnya sendiri tayang pada tanggal 2 November 2018. Film ini menurut saya akan lebih bercerita mengenai proses pembuatan lagu Bohemian Rhapsody, We Will Rock You dan mengenai konsernya yang sangat memukau (Kata trailernya sih..)

Film ini sendiri berjudul Bohemian Rhapsody. Semoga dan mudah-mudahan film ini mengambarkan sosok Freddie dengan baik karena diperankan oleh salah satu aktor terkenal papan atas Rami Malek yang sudah malang melintang di dunia FIlm sebut saja Serial "Mr. Robot" film Twilight, The Pasific dan beberapa film lainya. Tidak main-main film ini diproduksi oleh 20th Century Fox, GK Films, Regency Enterprises jelas pengerjaannya merupakan sesuatu yang serius. 


Semoga saja film ini tidak akan mengecewakan dan membawa kita untuk semakin memahami mengapa seorang Axl Rose begitu mengagumi seorang Freddie Mercury dan sudah tidak sabar untuk segera mendownload film Bohemian Rhapsody. Karena Freddie Mercury terlah banyak menginspirasi bagi perkembangan industri musik dunia.

Kamis, 18 Oktober 2018

Michael Kiske dan Helloween

Untuk beberapa orang yang hanya sesekali mendengar lagu Helloween mungkin akan lebih akrab dengan suara Andy Deris ketimbang Michael Kiske. Tapi untuk beberapa orang yang mengikuti dengan baik setiap alur Helloween tentunya akan sangat akrab dengan sosok Michael Kiske.

Michael Kiske sendiri dikenal sebagai salah seorang musisi kelas dunia yang sangat Produktif. Bahkan di usianya kini yang terbilang tidak muda lagi dia masih aktif bernyanyi. Walaupun demikian suara Tenornya yang khas tidak kelihatan termakan usia malah menurut sebagian orang suaranya kedengaran semakin matang. Tulisan kali ini lebih membahas mengenai sepak-terjangnya bersama grub band yang membesarkan namanya "Helloween".


https://www.hellowennaderis.com/
Michael Kiske
Credit Image @mkiskebrasil



Michael Kiske dan Musik.


Michael Kiske, adalah sosok yang sangat akrab di telinga para penggemar musik beraliran Power Metal. Pria kelahiran Hamburg 24 Januari 1968 sejak usia belia telah malang melintang dalam dunia musik. Semenjak usia belia Michael Kiske telah menemukan dan menentukan dunianya dalam bermusik.

Saat berusia 17 Tahun Michael Kiske telah serius menekuni musik bahkan ia bersama dengan beberapa kawannya telah masuk ke studio rekaman saat ia masih di band III Prophecy.  Walaupun masih berstatus grub band local di Jerman namun banyak orang yang terkesima dengan kemampuan vocal seorang Michael Kiske yang memiliki ciri khas suara jernih serta mampu mencapai nada-nada tinggi dengan mudah.



Bergabung dengan Helloween


Saat awal keluarnya album dari Helloween posisi Vocalis masih diisi oleh Kai Hansen. Helloween sendiri saat itu sudah mulai mendapat tempat di hati para pencinta musik Heavy Metal Klasik terutama di daratan benua Eropa. Kai sendiri sedikit merasa keberatan untuk mengisi posisi Vocalis sekaligus pemain gitar. Oleh karena itu Kai Hansen menyarankan agar mencari seseorang yang mampu untuk mengisi posisi sebagai Vocalis band Helloween.

Ada beberapa kandidat yang dicalonkan untuk mengisi posisi vocalis Helloween, namun kemudian semua anggota Helloween sepakat untuk memilih Michael Kiske. Satu hal yang patut dicatat bahwa saat mulai bergabung dengan Helloween Michael Kiske masih berusia 19 tahun. Rob Halford dan Bruce Dickinson memberi pengaruh yang sangat besar dalam cara dan gayanya bernyanyi.

Dengan Masuknya Michael Kiske ke dalam Helloween membawa Helloween semakin terkenal di dunia musik mereka mampu menunjukan bahwa mereka merupakan salah satu grub band yang layak diperhitungkan. Beberapa waktu kemudia mereka meliris album Keeper Of The Seven Keys I. Album baru ini kemudia mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari para pencinta musik Power Metal.

Berkat kerja keras mereka Helloween semakin terkenal dan kemudian melakukan beberapa tour konser di daratan Eropa, menjadi pembuka Iron Maiden, Armored Saint bahkan ikut ambil bagian dalam MTV Headbanger’s Ball Tour. Bukan hanya sebatas itu, Helloween kemudia melanjutkan tour konser di beberapa benua termasuk di Amerika.

Beberapa waktu kemudia Helloween mengeluarkan album Keeper Of The Seven Keys II. Hal ini mendapat sambutan yang tidak kalah luar biasanya dan semakin membuat nama Michael Kiske dan Helloween meroket keras. Album ini merajai beberap tangga lagu baik di daratan eropa sendiri maupun di Amerika. Semua pihak mengamini bahwa Band Helloweenlah yang menelurkan genre Power Metal ke dalam dunia musik dan membuatnya semakin diterima semua kalangan.

Permasalahan hukum yang menimpa perusahaan rekaman mereka menyebabkan Helloween terkenal pinalti dilarang mengeluarkan rekaman hingga tahun 1991. Baru pada tahun 1991 Helloween mengeluarkan album Pink Bubles dan Chameleon (1993) kedua album ini mendapat krtikan keras dari para pencinta musik Helloween karena dianggap menyimpang genre Power Metal. Dan kemudian pada tahun 1993 Michael Kiske dikeluarkan dari Helloween. Banyak pihak yang menyatakan bahwa Michel Kiske keluar karena alasan pribadi.


https://www.hellowennaderis.com/
Micahel Kiske
Image Source @mkiskebrasil


Sepeninggal Michael Kiske dari Helloween posisisinya digantikan oleh Andy Deris. Walaupun demikian masih banyak penggemar Helloween yang merindukan ciri khas vokal dari seorang Michael Kiske. Sosok Michael Kiske masih melekat begitu erat dalam benak para pencinta grub musik Helloween.

Setelah meningalkan Helloween Michael Kiske masih tetap aktif di dunia musik. Ia banyak menelurkan karyanya baik dengan berkolaborasi dengan grub band lain maupun dengan mengeluarkan karya solo.