Rabu, 17 Januari 2018

Matt Sorum: Drummer Guns N’ Roses

Guns N' Roses Indonesia...Berbicara tentang Guns N’ Roses rasa-rasanya tidak akan lengkap jika kita tidak membahas mengenai para personilnya yang fenomenal. Wajar saja jika “Tingkah laku” para personilnya inilah yang membuat Guns N’ Roses mendapat julukan “ The Most dangerous Band In The World”.  Namun sekalipun demikian justu hal inilah yang menyisakan kenangan di dalam benak para penggemarnya.

Matt Sorum
Credit Image Twitter @mattsorum




Matt Sorum; King Of Chaos Drummer

Bagi para penggemar Guns N’ Roses tentunya tidak asing lagi dengan sosok seorang Matt Sorum. Pria kelahiran California 19 November 1960 ini merupakan seorang legenda dalam daftar drummer dunia musik.

Matt Sorum kecil memutuskan untuk menjadi seorang drummer saat melihat “The Beatles” tayang di TV. Matt berkata kepada ibunya bahwa ia sangat ingin bermain drum seperti Ringgo. Sejak kecil ia ingin menjadi seorang drummer terkenal dan bergabung dengan grub band besar seperti Led Zeppelin, Black Sabath and Deep Purple. Bukan tanpa alasan, Matt kecil sangat mengidolakan Deep Purple.

Baca Juga: Frank Ferrer; Drummer Guns N' Roses

Matt Sorum selalu terkenang dengan penampilan besar perdananya saat ia masih bergabung dengan Sonic Temple. Saat itu mereka menjadi band pembuka untuk Grub music legendaris “Metalica” untuk tour di Amerika dan Kanada.

Saat tour Sonic Temple itulah Matt Sorum mulai mendapat lirikan dari Sang Gitaris Guns N’ Roses “Slash”. Bukan tanpa alasan, saat itu sonic Temple masih membawakan lagu-lagu dari band lain termasuk Guns N’ Roses dan menurut Slash Matt Sorum termasuk sosok yang menarik.


Matt Sorum dan Guns N’ Roses.

Matt Sorum dan Slash memiliki hubungan persahabatan yang sangat akrab. Bagi Matt, Slash adalah sosok yang sangat dia kagumi. Selama keberadaannya di Guns N’ Roses dia selalu segan dengan sosok Slash. Hingga setelah berhenti dari Guns N’ Roses pun Matt Sorum mengikuti ajakan Slash untuk bergabung dengan Velvet Revolver. 

Slash dan Matt Sorum keduanya terkenal sebagai aktivis pencinta lingkungan. Slash dikenal sebagai sosok pencinta binatang. Sedangkan Matt Sorum termasuk dalam salah satu musisi yang getol mengkampanyekan pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Slash dan Michael Jackson

Matt Sorum bergabung dengan Guns N’ Roses pada akhir tahun 1989. Matt menerima ajakan Slash untuk bergabung menggantikan posisi Steve Adler. Steven Adler sendiri terpaksa berhenti dari Guns N’ Roses karena tidak bisa berhenti dari kecanduannya terhadap obat-obatan.

Matt Sorum bergabung dengan Guns N’ Roses selama kurang lebih tujuh tahun. Sumbangsihnya terhadap musik Guns N’ Roses terbilang cukup besar. Bukan apa-apa, sosok Matt Sorum terlibat sangat aktif dalam tiga album legendaris Guns N’ Roses; Use Your Ilosion I (1991), Use Your Illusion II (1991) dan Spaghetti Incident.

Matt Sorum secara resmi mengundurkan diri dari Guns N’ Roses pada tahun 1997. Mundurnya Matt Sorum karena pertengkarannya dengan sang Vokalis Guns N’ Roses ‘Axl Rose’. Menyusul hengkangnya Matt Sorum, Duff McKagan pun ikut mengundurkan diri dari Guns N’ Roses. 

Matt Sorum sendiri sangat ingin agar sejarah Guns N’ Roses dibuatkan sebuah film. Menurutnya sejarah dan kisah perjalanan Guns N’ Roses sangat cocok untuk difilmkan. Namun sekali lagi ide briliantnya ini harus “mentok” dengan sang vokalis Axl Rose. Axl Rose sangat tidak ingin agar Guns N’ Roses didokumentasikan ke dalam bentuk film.

Kamis, 11 Januari 2018

Frank Ferrer: Drumer Guns N’ Roses

Guns N’ Roses Indonesia… Bagi yang menyaksikan tour konser Not In This Lifetime melalui channel youtube tentunya agak sedikit tergelitik dengan sosok yang menggatikan sang legenda Steven Adler. Tampak pada panggung sosok plontos mengebuk drum.  Siapakah dia?  Yaps, namanya adalah Frank Ferrer yang resmi melanjutkan estafet drummer Guns N’ Roses yang dirintis oleh Steven Adler.


Credit: @thefrankferrer



Sejak Kecil Menyukai Musik


Pria kelahiran 25 Maret 1966 ini sudah lama malang melintang di dunia music khususnya sebagai Drumer. Ferrer sendiri tercatat pernah bergabung dengan beberapa grub band untuk mengisi posisi drummer sebut saja:  The Beautiful dari tahun 1988-1993, Psychedelic Furs & Love Spit Love dari tahun 1992-2008, The Compulsions dari 2004 hingga sekarang, Guns N’ Roses dari tahun 2006 hingga sekarang dan The Dead Daisies pada tahun 2013 hingga 2014.


Frank tumbuh berkembang di lingkungan kelas pekerja di New York yang mencintai music. Berasal dari keluarga yang sederhana, ayahnya adalah seorang tukang kayu yang pada malam hari mencari pendapatan tambahan dengan bermain Perkusi. 

Ferrer muda akhirnya dengan mantap menemukan “Panggilan Jiwanya” di dunia musik saat bergabung dengan paduan suara di bangku SMP.  Guru musiknya Mr. Gomez (kalo di Indonesia; Pak Gomez) saat yang melihat bakat Ferrer memutuskan untuk mendukungnya masuk ke salah satu SMA musik bergengsi. Walaupun kemudian tidak diterima Pak Gomez tetap mendukungnya bermain music dengan beberap grub band Rock N’ Roll di bar New York.

Pada pertengahan tahun 1980 Frank Ferrer pun akhirnya resmi mendapatkan tempat berlabuhnya sebagai drummer profesional di sebuah Grub band The Beautiful.


Frank Ferrer dan Guns N’ Roses

Ferrer mulai mengisi posisi drummer untuk Guns N’ Roses pada tahun 2006 untuk mengantikan posisi Bryan 'Brain' Mantia. Saat itu Guns N’ Roses sedang mengadakan Tour Konser. Bryan tidak dapat melanjutkan Tour Konser dan harus kembali karena istrinya telah melahirkan.  Richard Fortus pun mengajak Ferrer untuk menggantikan sementara posisi Bryan.


Untuk pertama kalinya Ferrer bermain dengan Guns N’ Roses pada tanggal 24 Juni 2006 di Belgia. Pada awalnya Ferrer hanya ditunjuk untuk mengisi posisi Bryan selama dua minggu. Kemudian setelah melihat bakat, kemampuan dan kecocokannya dalam tim, Ferrer akhirnya secara resmi diperkenalkan sebagai Drumer Guns N’ Roses pada akhir tahun 2006.

Sepanjang perjalanan Tour Konser Guns N’ Roses, Frank Ferrer telah dua kali dengan aktif mengikuti Tour Konser Guns N’ Roses, yaitu Tour Konser Chinese Democracy Tour dan Tour Konser Not In This Lifetime.






Minggu, 07 Januari 2018

Melissa Reese: “Wonder Woman” Guns N’ Roses

Guns N’ Roses Indonesia… Nama Melissa Reese belakangan ini menjadi bahan pembicaraan yang cukup menarik para penggemar Guns N’ Roses. Betapa tidak, untuk kali pertama sejak pertama kali dibentuk Guns N’  Roses belum pernah memiliki sosok personil wanita. 


Guns N' Roses Indonesia
Melissa Reese Saat Tampil Bersama GNR di London
Credit Images: @themelissareese




Sosok Melissa Reese


Lalu siapakah Melisa Reese ini? Wanita cantik kelahiran Seatle Washington ini memiliki segudang prestasi yang tidak dapat diremehkan. Melissa mulai mengenal dan belajar musik dan bermain piano sejak berusia 4 tahun dan mulai menulis sendiri liriknya pada usia 12 tahun. 

Selain bermain piano Melisa juga sangat mahir dalam dunia tarik suara dan penari Hula. Sejak usia kecil dia sering mengikuti berbagai kompetensi tarik suara serta menguasati berbagai jenis genre musik. Begitu pun halnya dengan berbagai perlombahan tari Hula.


Sosok Melissa Reese begitu melegenda di kalangan pengamat Video Games. Bukan tanpa alasan, sosoknya menjadi pencipta dan penulis lagu untuk soundtrack berbagai video games. Karya-karyanya menghiasi berbagai video games yang beredar. Beberapa kali dia menulis dan menyanyikan lagu sountrack untuk PlayStation dan beberapa video games lainnya.

Sebagai penulis lagu dan composer Melissa Reese cukup dikenal dan disegani di kalangan musisi dunia. Melisa memiliki beberapa album hasil ciptaannya sendiri serta pernah bekerjasama dengan beberapa musisi kelas atas. Rapper Chuck D, Bootsy Chollins, dan Taylor Swift pernah merasakan bekerja bersama sosok cantik Melissa Reese.



Melissa Resse dan Guns N’ Roses


Wanita cantik ini menjadi sosok selayaknya Wonder Woman di dalam Guns N’ Roses yang terkenal sangar. Wajah cantik imutnya ini merupakan hasil perpaduan sempurna karena Melisa lahir dalam keluarga yang memiliki ras campuran Spanyol, Cina, Inggris, Irlandia, Filipina, Jepang, Skotlandia dan Denmark. 

Melissa mendudukin posisi keyboard Guns N’ Roses menggantikan keyboardis GNR sebelumnya Chris Pitman.  Melissa diperkenalkan secara resmi sebagai keyboardist Guns N’ Roses pada tahun 2016 dalam konser Private Guns N’ Roses.  Hingga saat ini Melissa resmi menjadi personel Guns N’ Roses bersama Axl Rose, Slash, Duff MacKagan, Dizzy Reed, Frank Ferrer dan Richard Fortus.


Pada awalnya Melissa sempat merasa diintimidasi oleh sosok Axl Rose. Seiring berjalannya waktu, Melissa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan Guns N’ Roses yang terkenal keras. Banyak pengamat yang memuji kemampuan dan kehebatan sosok wanita cantik ini. Sejak ditunjuk menjadi keyboardist Guns N’ Roses Melisa hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk menguasai 50an lagu Guns N’ Roses.

Sosok Melissa sebagai personil Guns N’ Roses semakin dikenal oleh dunia semenjak keterlibatannya dalam Tour Konser “ Not In This Lifetime”. Sepanjang tour konser ini melisa tampil cukup memukau dan memberi warna baru baik kepada musik Guns N’ Roses maupun kepada seluruh para penggemarnya. Sudah selayaknya julukan “Wonder Woman” disematkan kepada Melissa Reese.

Rabu, 13 Desember 2017

Cheryl Swiderski; Mantan Istri Pertama Steven Adler

Guns N' Roses Indonesia...Menarik untuk membahas kehidupan pribadi para anggota Guns N’ Roses. Setelah beberapa tulisan sebelumnya mengenai Slash, dan AXL Rose, Kali ini kita akan membahas mengenai sang Drumer Legendaris Steven Adler. Bukan apa-apa, drummer satu ini memang diberkahi talenta yang sangat unik.  Bukan tanpa alasan mengapa Steven Adler dikenal sebagai salah satu Drumer terbaik mungkin karena dia belajar drum secara otodidak.


Steve Adler Pecandu dan Playboy 

Bagi sebagian orang yang hanya sekilas mengenal Guns N’ Roses, nama Steven Adler sendiri mungkin akan terasa asing. Karena tertutup oleh dua nama besar lain siapalagi kalo bukan Axl Rose dan Slash. Tetapi patut diingat bahwa di balik kejayaan Guns N’ Roses ada sosok Steven Adlerlah yang menjadi pelengkap kejayaan Guns N’ Roses.

Pria kelahiran 22 Januari 1965 Ohio- Amerika Serikat memiliki kisah cinta yang cukup pajang. Ketergantungannya yang sangat parah terhadap narkotika yang memuatnya harus berpisah  dari Guns N’ Roses. Selain itu Steven sendiri dikenal karena suka berganti-ganti pasangan (Alias Playboy). Nah ada beberapa wanita cantik yang pernah menjadi korban “Affair” dari sang drummer. 



Steven Adler dan Cheryl Swiderski
Credit:@mitwallatkerrang



Kisah Cinta Steve Adler 

Sekitar tahun 1980an Steven mengencani Roxana Shirazi dan Christina Applegate dan pada tahun 1986 Steven mengencani Adriana Smith dan dalam waktu bersamaan menjalin hubungan dengan Athena Kottak hingga kemudian terlibat hubungan yang serius dengan Cheryl Swiderski. Walaupun demikian masih ada tiga wanita lagi yang menjalin hubungan dengan Steven Adler yaitu Rachel Hunter selama kurang lebih empat tahun, (1991-1995) kemudian dengan Tabitha Stevens selama setahun hingga kemudian menikah lagi dengan model cantik Carolina Ferreira.

Tidak banyak informasi yang diketahui mengenai Cheryl Swiderski setelah berpisah dengan Adler. Cheryl seakan-akan hilang ditelan bumi setelah berpisah dengan drummer Guns N’ Roses tersebut. Cheryl Swiderski sendiri memiliki nama lengkap Cheryl Lynn Swiderski, wanita kelahiran 30 November 1965 di Wilmington, Delaware Amerika Serikat ini menjalani pernikahan selama tiga tahun bersama Adler.

Cheryl saat itu bertemu dengan Adler yang masih berusia 22 tahun pada tahun 1987. Mereka berpacaran selama kurang lebih satu tahun lebih. Hubungan keduanya cukup mesra hingga kemudian mereka memutuskan untuk menikah pada Juni 1989. Sejak saat itu Cheryl resmi memakai nama “Adler” dibelakang namanya. Pernikahan mereka terbilang cukup singkat. Pada pertengahan tahun 1990 mereka berpisah dan kemudian sekitar akhir tahun yang sama Steven dan Cheryl secara resmi bercerai. 

Cheryl sendiri kemudian menikah dengan Kelly Nickels seorang Basist yang cukup ternama pada masa itu. Hubungan keduanya hanya berlangsung selama satu tahun lebih. Kemudian Cheryl menikah lagi dengan seorang musisi kenamaan Amerika lainnya Dave Palmer.

Sabtu, 09 Desember 2017

Michael Jackson Dan Slash

Guns N' Roses Indonesia...Siapa tidak kenal dengan Michael Joseph Jackson atau dengan nama panggungnya Michael Jackson? Sosok yang dikenal dengan sabetan gelar " King Of Pop" dengan jenis goyangannya yang khas "Moonwalk". Sosok yang satu ini adalah legenda musik pop dunia. Lagu-lagunya telah menjadi list pop abadi dan telah menginspirasi begitu banyak orang. Pria kelahiran Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 dalam setiap konsernya tidak pernah kekurangan ribuan penonton dalam dalam setiap lawatannya.


Slash dan Michael Jacson
Credit:@slashisbebe

MJ (singkatan untuk Michael Jackson) dalam setiap ramuan musiknya selalu berusaha maksimal agar sempurna. Beberapa nama terkenal pernah diajaknya bekerja sama dalam meramu setiap musik "Pop"nya agar maksimal. Sebut saja dua gitaris legendaris dunia "Carlos Santana" dan "Slash" pernah turut ambil bagian dalam meramu dan meramaikan musik dari sang legenda musik pop ini.

Michael Jacson Penyebab Mundurnya Slash dari Guns N' Roses.


Berdasarkan salah satu kutipan wawancara dengan salah satu majalah. Mantan manager Band Guns N' Roses; Doug Goldstein secara eksplisit menyatakan bahwa Michael Jackson adalah salah satu penyebab utama berpisahnya Slash dari Guns N' Roses dan awal mula Slash bertengkar dengan sang vokalis AXL Rose.

Goldstein mengungkapkan kepada Rolling Stone Brazil bahwa pertengkaran tersebut berawal dari Slash yang setuju untuk tampil di konser dengan King of Pop. "Pada tahun 1991, kami berada di jalan, Slash pergi ke kantor saya dan berkata 'Besok saya akan bermain dengan Michael Jackson dalam sebuah konser Tribute' Saya mengatakan kepadanya untuk tidak melakukannya karena Axl dianiaya oleh ayahnya. Saat berusia dua tahun dan dia yakin tuduhan terhadap Michael Jackson. Semua orang tahu Eddie Van Halen menerima $ 1 juta untuk bermain di "Beat It." Jadi, saya bertanya kepada Slash, 'Berapa yang Anda terima?' Dan dia berkata, 'Saya akan mendapatkan TV layar lebar.' "
Axl Rose merasa sangat terpukul mendengar bahwa Slash memutuskan untuk tampil bersama dengan Michael Jackson, dan lebih pedihnya lagi bahwa Slash dibayar dengan sebuah TV layar lebar. Hal ini kemudian menjadi awal pertengkaran berantai antara dua tokoh utama Guns N' Roses, hingga pada akhirnya Slash menyatakan bahwa ia bukan lagi bagian dari Gun N' Roses pada Oktober 1996. Penampilan Slash bersama Guns N' Roses pada bulan Juli 1993 merupakan penampilannya yang terakhir bersama Guns N' Roses.


Persahabatan Michael Jackson dan Slash.

Slash dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa persahabatannya bersama almarhum Michael Jackson selama 10 tahun merupakan salah satu pengalaman yang sangat berharga baginya. Dan kita semua dapat melihat bahwa Michael Jackson sendiri mempercayai Slash untuk turut mengambil bagian dalam beberapa lagunya. Sebut saja lagu Michael Jackson  berjudul "Black Or White", dan "Give It To Me" sangat terasa dentingan gitar. Bahkan Slash turut ambil bagian dalam video clip Michael Jackson 'Give It To Me'.Slash menilai bahwa Michael Jackson merupakan sosok legenda pop yang sangat hebat. MJ sendiri pun juga sangat menghargai Slash, bahkan pada tahun 2001 MJ juga sempat menampilkan Slash dalam salah satu tournya dan juga jangan lupa dengan penampilan keduanya dalam MTV Music Award tahun 1995.

Ada sebuah kisah unik dimana Michael Jackson memarahi Slash diatas panggung saat konser Michael Jackson di Seoul. Saat itu Slash ikut bermain mengiringi lagu "Black Or White" dan ketika MJ selesai menyanyikan lagunya Slash masih tetap memainkan gitarnya. Hal ini membuat Michael Jackson tampak kesel dan meneriaki Slash, namun Slash seakan tidak peduli dan terus saja memaikan gitar. Hingga kemudian para security pun turun tanggan mencoba menghentikan permainan gitar Slash, namun dasar Slash yang 'Ndablek' sama sekali mengacuhkan mereka. Ada yang menyatakan bahwa hal itu merupakan 'Settingan' Michael Jackson untuk intro lagu selajutnya. Namun sekilah kelihatan bahwa saat itu Michael Jackson merasa benar-benar dongkol dengan ulah Slash.



Minggu, 26 November 2017

Renee Suran: Sang Model Mantan Istri Slash

 Guns N' Roses Indonesia... Menarik untuk melihat kisah cinta dari para personil Guns N' Roses. Setelah sebelumnya kita membahas mengenai mantan istri dari sang Vokalis Erin Everly dan juga Stephanie Seymour dua wanita cantik yang pernah mengisi hidup Axl Rose. kali ini Giliran sang Guitaris legenda Slash (Saul Hudson) yang akan sedikit kita bahas mengenai Renee Suran yang merupakan mantan istri pertama Slash.


Slash dan Renee Suran
Credit:@renne_suran_hudson



Wanita ini dikenal sebagai model Amerika yang cukup terkenal pada periode tahun 1980an. Renee Suran lahir pada Tanggal 15 Maret 1968 di Chicago, Illinois Amerika Serikat. Selain itu Renee Suran juga dikenal karena membintangi beberapa serial Tv semisal Baywatch Nights dan Broken at Love. Selain serial Televisi, mantan istri pertama Saul Hudson ini juga membintangi film semisal Predetermined dan The Struggle yang dua-duanya tayang pada tahun 2014 silam. Dalam setiap kali penampilannya Renee Selalu tampil seksi, cantik dan menawan, wajar saja jika sang guitaris Guns N' Roses Kepincut dengan wajah cantik Renee.


Renee Suran dan Slash pertama kali bertemu pada tahun 1990. Kemudian keduanya menjalani masa pacaran yang cukup lama kurang lebih selama dua tahun. Kemudian Slash pun dengan mantap memberikan cincin pertunangannya, mereka bertunangan selama sembilan bulan dan kemudian melangsungkan pernikahan pada tanggal 10 Oktober tahun 1992 di Marina Del Ray, California. Saat malam pernikahan mereka begitu banyak orang yang memuji kecantikan Renee Suran, dan memang pada moment itu Renee tampak begitu cantik.

Slash dan Renee menjalani bahtera rumah tangga selama kurang lebih empat tahun. Kemudian berbagai pertengkaran dan perbedaan pendapat yang muncul membuat mereka berpisah pada oktober tahun 1997. Dan pada 20 November 1997 Slash secara resmi menceraikan Renee Suran.

Walaupun keduanya telah bercerai, Slash dan Renee Suran tetaplah berteman baik dan tetap saling berkomunikasi. Ada sebuah kisah menarik mengenai Slash dan Renee setelah beberapa tahun berpisah. Dalam suatu kesempatan saat sedang berada di Las Vegas secara tidak sengaja Slash melihat Renee dari kejauhan. Tanpa ragu-ragu Slash berlari di antara kerumunan orang banyak dan kerumunan para penggemarnya untuk memeluk Renee, wanita yang sangat dikenalnya bertahun-tahun hidupnya.




Jumat, 24 November 2017

Konser Guns N' Roses di Oakland

Axl Rose di Oakland
Credit:@therapidfire.axlrose


Guns N’ Roses Indonesia,,, Pada hari selasa 21 November 2017 Guns N’ Roses mengguncang California tepatnya di Oracle Arena Oakland.  Di tempat yang sama beberapa tahun lalu tepatnya tahun 1992 Guns N’ Roses pernah menunjukan taringnya dengan dentuman musik yang sangat khas.

Oakland yang terletak di California merupakan sebuah kota yang cukup tertata rapi. Di kota ini dengan mudahnya kita dapat menemukan taman-taman yang indah diantara gedung-gedung yang menjulang tinggi. Sebuah bukti bahwa warga kota dan pemerintahnya menjunjung tinggi alam lingkungan dan tidak lupa juga memasukan unsur seni di dalamnya.



Kota yang memiliki penduduk 400an juta jiwa ini memiliki kenangan tersendiri terhadap band Rock tahun 90an Guns N’ Roses. Hal ini terbukti dengan padatnya Oracle Arena pada Malam konser Guns N’ Roses 21 November 2017. Para penonton yang sudah menanti sangat lama untuk bernyanyi bersama legenda mereka.

Tour Konser Guns N’ Roses ini sendiri masih merupakan bagian dari rangkaian Tour konser Not In This Lifetime yang telah menyapa lima benua. Dan jangan lupa pula bahwa ini merupakan tour konser dimana para personelnya termasuk yang paling komplit daripada beberapa tour konser sebelum-sebelumnya.

Sebagian besar orang mengenal Oracle Arena Oakland karena disana sering dilangsungkannya berbagai pertandingan kelas dunia terutama dari cabang olahraga basket. Namun pada malam itu situasi lebih ramai dari biasanya karena dipadati oleh ribuan orang yang menantikan penampilan memukau dari Guns N’ Roses untuk kembali menghibur mereka sejak terakhir penampilan mereka pada tahun 1992.

Tanpa lelah para punggawa Guns N’ Roses Axl Rose, Slash dan Duff Mckagan memukau para penggemarnya dari album-album pamungkas mereka “Paradise City”. Bahkan setelah menyanyikan 32 lagu Axl Rose menyempatkan diri untuk satu per satu memperkenalkan para anggota yang tampil pada malam itu. Hingga pada saat memperkenalkan Slash, sang dewa gitar ini menunjukan kebolehannya memainkan solo guitar yang berhasil memukau penonton Oracle Arena Oakland.

Slash pada malam itu tampil khusus untuk para penggemarnya di Oakland. Betapa tidak, sang Roker legendaris pelantun It’s So Easy ini tampil dalam pakaian yang hampir persis sama dengan yang dikenakannya pada konser Oakland tahun 1992 silam.